Kata SETIA#4
Aneh, keanehan yang kesekian kalinya. Bisa-bisanya dia lewat depan rumahku, melihat aku yang sedari tadi duduk di balkon dan dia mampir hanya untuk memberikan makanan ini kepadaku? Apa ini sebenarnya?. Sambil menutup pintu dan meletakkan bungkusan makanan itu di dalam kulkas karena aku gak akan makan apapun di malam hari selain minum air putih. Ya Tuhan, kegilaan apa lagi ini? Tolong tunjukkan siapa dia. Rebahan tubuhku di atas kasur membuat aku terlelap hingga pagi. Tertidur karena memikirkan pria baik itu dan berharap menemukan jawabannya di dalam mimpi nantinya. Mentari pagi sudah di depan mata, langit malam yang hitam tanpa setitik warna lain, kini sudah tergantikan dengan cerahnya mentari pagi. Pagi ini aku awali dengan sedikit berolahraga, aku memilih untuk berlari-lari berkeliling komplek kecil yang hanya dihuni oleh mahasiswa penerima beasiswa sepertiku. Ya, aku salah satu dari sekian siswa di kampungku sebagai penerima beasiswa pemerintah. Tanpa beasiswa tersebut, tamp...


